Kamis, 03 Februari 2011

Kaisar dan Benih


Ini adalah salah satu kisah inspirasional tentang integritas (kejujuran)

Pernah ada seorang kaisar di Timur Jauh yang sudah tua dan tahu sudah datang waktunya untuk memilih penggantinya. Ia tidak memilih dari salah seorang asistennya atau salah satu dari anak-anaknya sendiri, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda.

Ia memanggil semua pemuda di dalam kerajaan bersama-sama dalam satu hari. Dia berkata, "Ini telah datang waktunya bagi saya untuk turun dan memilih kaisar berikutnya. Saya telah memutuskan untuk memilih salah satu dari kalian." Anak-anak terkejut! Tetapi, sang kaisar melanjutkan. "Aku akan memberikan masing-masing dari kalian sebuah biji hari ini. Satu benih. Ini adalah benih yang sangat istimewa. Aku ingin kau pulang, menanam benih, disiram dan kembali ke sini satu tahun dari hari ini dengan apa yang Anda telah tumbuhkan dari satu biji ini. Aku akan menilai tanaman yang Anda berikan untuk saya, dan yang terbaik saya pilih dan akan menjadi kaisar kerajaan berikutnya! "

Ada seorang anak laki-laki yang bernama Ling berada di sana pada hari itu dan ia, seperti yang lain, menerima benih. Ia pulang ke rumah dan kepada ibunya dengan penuh semangat menceritakan keseluruhan cerita. Dia membantunya mendapatkan panci dan tanah penyemaian, lalu ia menanam benih dan menyiramny dengan hati-hati. Setiap hari ia menyirami itu dan memeriksa untuk melihat apakah telah tumbuh.

Setelah sekitar tiga minggu, beberapa pemuda lainnya mulai berbicara tentang bibit dan tanaman yang sudah mulai tumbuh. Ling terus pulang dan memeriksa benihnya, tapi tidak pernah tumbuh. Tiga minggu, empat minggu, lima minggu berlalu. Masih belum apa-apa.

Setiap saat orang lain selalu membicarakan tanaman mereka, namun Ling tidak punya tanaman, dan ia merasa gagal. Enam bulan berlalu, masiyang ada hanya pot. Dia hanya tahu bahwa ia telah membunuh benih. Orang lain pohon-pohon dan tanamannya tinggi, tapi dia punya apa-apa. Ling tidak berkata apa-apa kepada teman-temannya, namun. Dia hanya terus menunggu benih untuk tumbuh.
Setahun akhirnya berlalu dan semua pemuda dari kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa. Ling mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak akan membawa pot kosong. Tapi dia mendorongnya untuk pergi, dan untuk membawa poti, dan harus jujur tentang apa yang terjadi. Ling merasa malu, tapi ia tahu ibunya benar. Ia membawa potnya yang kosong ke istana.

Ketika Ling tiba, ia kagum melihat berbagai jenis tanaman tumbuh milik sluruh pemuda lain. Semua tanaman indah, dalam segala bentuk dan ukuran. Ling menaruh potnya yang kosong di lantai dan banyak pemuda lain menertawakannya. Beberapa pemuda menyindir kepadanya dan berkata, "Hei coba lihat ,bagus."

Ketika kaisar tiba, ia mengamati ruangan dan menyapa orang-orang muda. Ling hanya mencoba untuk bersembunyi di belakang. "Wah, tanamannya sudah besar, pohon-pohon dan bunga Anda telah tumbuh," kata sang kaisar. "Hari ini, salah satu dari kalian akan ditunjuk kaisar berikutnya!"

Tiba-tiba, sang kaisar melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Ia memerintahkan para penjaga untuk membawanya ke depan. Ling ketakutan. "Kaisar tahu aku gagal! Mungkin dia akan membunuhku!"

Ketika Ling sampai di depan, Kaisar menanyakan namanya. "Nama saya Ling," jawabnya. Semua anak-anak tertawa dan mengolok-oloknya. Kaisar meminta semua orang tenang. Ia menatap Ling, dan kemudian mengumumkan kepada orang banyak, "Lihatlah kaisar baru Anda! Namanya adalah Ling!" Ling tak mempercayainya. Ling tidak bisa menumbuhkan benihnya. Bagaimana ia bisa menjadi kaisar baru?

Kemudian kaisar berkata, "Satu tahun yang lalu dari hari ini, aku memberi semua orang di sini sebuah benih. Aku bilang Anda untuk mengambil benih, tanaman itu, menyirami, dan membawanya kembali kepadaku hari ini. Tapi aku memberi kalian semua benih yang telah direbus dan tidak akan tumbuh. Kalian semua, kecuali Ling, telah membawa saya tanaman dan pohon-pohon dan bunga. Bila Anda menemukan bahwa benih tidak akan tumbuh, Anda menggantinya dengan benih lain yang kuberikan padamu. Ling adalah satu-satunya dengan keberanian dan kejujuran untuk membawakan pot dengan benih yang saya berikan. Oleh karena itu, ia adalah orang yang akan menjadi kaisar baru! "

Sabtu, 22 Januari 2011

Rumah untuk Tukang Kayu



Seorang tukang kayu senior sudah siap untuk pensiun. Dia mengatakan kepada majikan-kontraktor tentang rencananya untuk meninggalkan pekerjaan tukana membangun rumah danakan menjalani kehidupan yang lebih santai dengan istrinya bersama keluarga besarnya.

Dia akan kehilangan gaji, tapi ia harus pensiun. Kontraktor menyesalkan untuk melihat pekerja yang baik pergi dan bertanya apakah ia bisa membangun hanya satu rumah lagi untuk pribadi. Tukang kayu menyanggupi, tetapi pada saat itu kelihatannya ia bekerja tidak dengan hati yang tulus. Dia seperti terpaksa , bekerja denganburuk dan bahan yang digunakan bermutu rendah. Itu adalah cara yang tidak bagus untuk mengakhiri karirnya.

Ketika tukang kayu menyelesaikan pekerjaannya dan si tukang bangunan datang untuk memeriksa rumah, kontraktor menyerahkan kunci pintu depan ke tukang kayu. "Ini adalah rumahmu," katanya, "hadiah saya kepada Anda."

Tukang itu terkejut! Sayang, ! Menyesal! Kalau saja ia tahu ia sedang membangun rumahnya sendiri, ia akan melakukan itu semua secara berbeda. Sekarang ia harus tinggal di rumah yang dia bangun dengan asal-asalan.

Demikian juga dengan kita. Kita membangun hidup kita dalam kebimbangan dan kebingungan, mengeluh tapi tidak bekerja dengan baik, bersedia tetapi tidak sungguh-sungguh. Pada intinya kita tidak melakukan pekerjaan terbaik kita. Kemudian dengan terkejut kita melihat keadaan kita telah menciptakan dan ternyata kita sekarang hidup di rumah kami telah kita bangun. Kita akan Menyesal andai saja kita akan melakukannya dengan cara berbeda.

Pikirkan diri Anda sebagai tukang kayu. Pikirkan tentang rumah Anda. Setiap hari Anda bekerja dengan palu, paku, memasang papan, atau mendirikan sebuah dinding. Bangun dengan bijaksana bijaksana. Anggap Ini adalah satu-satunya yang pernah kerjakan sekali dalam hidup, membangun. Bahkan jika Anda hidup itu hanya untuk satu hari lagi, hari itu layak untuk dijalani dengan anggun dan dengan bermartabat.

Senin, 17 Januari 2011

Kan Sekarangpun Sudah Bisa


Oleh : Dokter Sudarmono




Di sebuah kampung nelayan, pada suatu pagi, seorang profesor bisnis yang sedang berlibur bertemu dengan seorang nelayan yang tengah membereskan hasil tangkapannya. Sang profesor tidak tahan untuk tidak menyapanya, "Hai, kenapa kamu selesai bekerja sepagi ini?" "Saya sudah menangkap cukup banyak ikan Pak," jawab nelayan itu, "cukup untuk dimakan sekeluarga dan masih ada sisa untuk dijual."

"Lalu, setelah ini kamu mau apa?" tanya profesor itu lagi. Jawab sang
nelayan, "Habis ini saya mau makan siang dengan istri dan anak-anak
saya, setelah itu tidur siang sebentar, lalu saya akan bermain dengan
anak-anak. Setelah makan malam, saya akan ke warung, bersenda gurau sambil bermain gitar bersama teman-teman."

"Dengarkan kawan," ujar sang profesor, "jika kamu tetap melaut sampai sore, kamu bisa mendapat dua kali lipat hasil tangkapan. Kamu bisa menjual ikan lebih banyak, menyimpan uangnya, dan setelah sembilan bulan kamu akan mampu membeli perahu baru yang lebih besar. Lalu, kamu akan bisa menangkap ikan empat kali lebih banyak. Coba pikir, berapa banyak uang yang bakal kamu dapat!"

Lanjut profesor, "Dalam satu dua tahun kamu akan bisa membeli satu kapal lagi, dan kamu bisa menggaji banyak orang. Jika kamu mengikuti konsep bisnis ini, dalam lima tahun kamu akan menjadi juragan armada nelayan yang besar. Coba bayangkan!"

"Kalau sudah sebesar itu, sebaiknya kamu memindah kantormu ke ibu kota. Beberapa tahun kemudian perusahaanmu bisa 'go public', kamu bisa jadi investor mayoritas. Dijamin, kamu akan jadi jutawan besar! Percayalah! Aku ini guru besar di sekolah bisnis terkenal, aku ini ahlinya hal-hal beginian!"

Dengan takjub, nelayan itu mendengarkan penuturan profesor yang penuh semangat itu. Ketika profesor selesai menjelaskan, sang nelayan bertanya, "Tapi Pak Profesor, apa yang bisa saya perbuat dengan uang sebanyak itu?"

Ups! Anehnya sang profesor belum memikirkan konsep bisnisnya sejauh itu. Cepat-cepat dia mereka-reka apa yang seseorang bisa lakukan dengan uang sebanyak itu.
"Kawan! Kalau kamu jadi jutawan, kamu bisa pensiun. Ya! Pensiun dini
seumur hidup! Kamu bisa membeli villa mungil di desa pantai yang indah seperti ini, dan membeli sebuah perahu untuk berwisata laut pada pagi hari. Kamu bisa makan bersama keluargamu setiap hari, bersantai-santaitanpa khawatir apa pun. Kamu punya banyak waktu bersama anak-anakmu, dan setelah makan malam kamu bisa main gitar dengan teman-temanmu di warung. Yeaaa, dengan uang sebanyak itu, kamu bisa pensiun dan hidupmu jadi
mudah!

"Tapi, Pak Profesor, kan sekarangpun ini saya sudah bisa begitu...," lirih sang nelayan dengan lugunya.



Pesan Moral :
Kenapa kita percaya bahwa kita harus bekerja begitu keras dan menjadi kaya raya terlebih dahulu, baru kita bisa merasa berkecukupan? Apakah ada "tujuan yang lebih mulia" dari apa yang Anda lakoni saat ini? Apakah itu benar tujuan mulia atau sekadar dalih rasa takut untuk menjadi apa adanya? Untuk merasa berkecukupan, apa sekarang ini tidak bisa?



"NIKMATILAH HIDUP INI APAPUN ADANYA, kita wajib selalu BERSYUKUR KARENA NIKMAT DAN KARUNIA ALLAH"..

Wortel , Telur, Kopi


Oleh: Dokter Sudarmono



Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panic pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam
dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi
kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing- masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.

Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," Tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

Pembuat Jam



Oleh: Dokter Sudarmono



Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" "Haaaaaaaaaaaa? 31 juta seratus empat ribu kali aku harus berdetak????" kata jam terperanjat, "Mana mungkin saya sanggup! Saya ga akan mungkin bisa untuk melakukan itu!"

"Ya sudah, kalau begitu bagaimana kalau 86,400 kali saja dalam sehari?"
"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini? Ga , ga, aku ga sanggup!" jawab jam penuh keraguan.
"Ok kalau gitu, bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"
"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Masih terlalu banyak.. saya tidak mungkin mampu berdetak 3.600 kali.." tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya . Dengan penuh kesabaran tukang jam itu kemudian bicara kepada si jam, "Baiklah, kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"
"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" " AKu pasti bisa untuk berdetak satu kali setiap detik " kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.
Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali dalam setahun, Yang juga berarti dia berdetak 86.400 kali dalam sehari yang sama juga dengan 3.600 kali dalam satu jam.
.......................

Ada kalanya kita selalu ragu-ragu dengan segala tujuan / tugas / pekerjaan yang terlihat sangat besar. Kita selalu menggangapnya sesuatu yang sangat berat dan tidak mungkin dapat kita laukan. Namun sebenarnya apabila hal yang besar tersebut kita perkecil dan dilakukan dengan konsisten secara terus menerus, maka hal yang semula kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan, tidak mampu untuk mencapainya, namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu.

Berpikir positif itu asyik, walaupun berat dilakukan



Oleh: Dokter Sudarmono


Sebuah kisah nyata...

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai
Pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum dan
berkata kepada sang ibu :

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.


"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpajejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang
dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu
& kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman.
dengan visualisasi tsb. "Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah
buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang
dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :
Saya BERSYUKUR;
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya
makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan
dengan orang lain.

2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton
TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di
bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal,
karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak
jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu
artinya saya bekerja dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus
saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami
dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu
artinya saya cukup makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari,
karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah,
karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan
saya,karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih
hidup
10. Untuk dst...

Kamis, 11 November 2010

Mengenali Diri dan Menghancurkan Kebiasaan Bergantung



Oleh : Dr. Robert Anthony
Ketergantungan adalah semacam perbudakan yang didasarkan pada kepentingan mutual. Ia merosotkan orang yang menjadi tepat bergantung dan orang yang bergantung. Kedua belah pihak sama-sama kekurangan kemandirian. Karena hubungan seperti itu mekar buah dan exsploitasi mutual.
Aspex yang paling tidak mengenakkan dari sikap ketergantungan adalah saat anda berfikir bahwa anda tergantung pada pribadi lain anda! Anda lupa untuk mengembangkan kemandirian untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan anda sendiri.
Sebuah tanda kertergantungan yang pasti adalah saat anda memandang orang lain sebgagai superior. Pada moment anda mulai membandingkan diri anda dengan siapapun anda telah membuat diri anda terperangkap dala perbudakan pesikologis.
Kebiasan bersandar dan bergantung telah begitu mendarah daging pada pribadi-pribadi tertentu sehingga mereka menanggalakan semua wewenang personal demi orang lain, pandangan hidup. Mereka merasa bahwa mereka akan merasa aman jika mereka bisa menemukan seseorang, organisasi yang bisa mereka rengkuh secara membuta. Mereka memperbolehkan orang ini , organisasi ini sebagai sumber yang bertanggung jawab atas kebahagiaan mereka. Dan tentu saja, ini termasuk kemewahan memiliki seseorang atau sesuatu yang bisa disalahkan kapanpun ada kekacauan terjadi.
Peribadi yang suka bersandar, bergantung akan hidup dalam kekasihan orang lain . karena percaya bahwa orang lain lebih pandai dari dirinyasendiri, dia selalu mencari seseorang untuk bersandar saat ada permasalahan muncul dihadapannya. Karena seperti menjadi bawahan bagi tempatnya bergantung, maka semua nasehat mereka menjadi suatu perintah yang dirasakannya perlu dijalankan. Dan seringkali ada lebih dari satu “penasehat,” oleh karena itu dia selalu saja dalam keadaan bingung dalam mencoba memutuskan saran manakah yang harus dilakukannya.
Saran ada dimana-mana. Kebanyakan gratisan dan tidak berharga sama sekali. Biasanya anda akan memiliki lusinan “nasehat sukarela” atau lebih yang dengan suka rela akan memberikan pendapat mereka. Namun karena pihak lain itu umumnya juga terbelit oleh semua permasalahan mereka sendiri dan tidak yahu apa yang benar-benar “seharusnya”, “semestinya”,atau “pastinya” mereka lakukan, biasanya anda akan mendapat saran yang salah.
Sebenarnya, menerima saran seseorang yang tidak berkualisi untuk mengutarakan itu seperti mendatangi seorang tukang ledeng untuk mengobati gigi anda sebagian besar orang tidak bisa menyelesaikan permasalahan mereka sediri, oleh karena itu bagaimana kemudian mereka bisa menyarankan anda untuk melakukan apa yang bisa mereka selesaikan sendiri?
Mengatasi ketergantungan bukanlah yang mudah. Sejak kecik kita telah dikondisikan untuk mencari oarng lain bagi semua aspek kesejahteraan, pedoman hidup dan kebijaksanaan. Namun sementara ketergantungan berperan dalam pertumbuhan dan pendidikan itu tidak pernah dimaksudkan untuk mengaburkan identitas pribadi. Masing-masing kita lahir dengan membawa kemampuan untuk menyelesaikan apapun kesukaran yang kita hadapi.
Baca ini dan camkan dengan baik. TAK SEORANGPUN AKAN MEMBUAT Anda KECEWA JIKA ANDA TIDAK BERSANDAR PADA MEREKA. Tidak ada seorangpun yang bisa menyakiti perasaan anda, membuat anda sedih, kesepian, marah, atau menyesal jiks tidak menggantungkan kesejahteraan, inspirasi, cinta, atau motivasi kepada mereka.
Orang yang mandiri tidak perlu seorang guru untuk besandar. Dia mampu menghadapi segala tantangan kehidupan dengan penuh percaya diri dan kekuatan dengan memandang setiap masalah dalam sudut pandang realitas. Dia memandang segala hal sebagai apaadanya mereka, bukan seperti yang diinginkannya; dan dia menolak untuk membiarkan kehidupannya didominasi oleh penyangkalan terhadap realitas.
Saat anda telah mengembangkan kemandirian, anda tidak perlu menunduk, melarikan diri, atau menghindari apa yang sedang dihadapi karena anda memiliki keyakina diri untuk menghadapi segala keadaan hidup dengan keyakinan diri dan keseimbangan mental. Anda tidak perlu menambah dosis inspirasi dan rangsangan dari pihak lain untuk melakukan apa yang harus anda lakukan. Alih-alih, anda akan menjalani kehidupan dengan kesadaran bahwa kekuatan batiniah di dalam diri anda lebih besar daripada segala masalah yang sedang anda hadapi.
KEMANDIRIAN
Kemandirian bukan hanya keyakinan bahwa anda bisa menangani segala sesuatunya dan bisa sukses; itu adalah sesuatu yang lebih daripada hal tersebut. Itu berarti memiliki keberanian untuk mendengarkan hasrat batin anda yang memberi petunjuk untuk mendapatkan kesuksesan yang benar-benar anda inginkan. Itu berarti mengambil isyarat dari diri anda sendiri bukan mendengar pada sesuatu atau seseorang di luar diri anda untuk mendapatkan gagasan tentang apa yang anda inginkan, lakukan, wujudkan atau miliki. Jika kita belajar membaca ‘tanda-tanda’ itu secara benar dan mengikuti intuisi kita, kita bisa mempercayai diri kita sendiri dan tidak mengekor pada pendapat orang lain.